Jumat, 12 Maret 2010

"UNTUKMU WAHAI SAHABAT"

Dalam gelap malam.. ku dengar gemericik air hujan
dalam keheningan
merajut simponi
dalam kesunyian
seakan menyanyikan lagu sendu di antara kekosongan hati..
Menyibak kisah yang t'lah usai seolah hri esok takkan ada lagi..
Kembali aku lantunkan kata
meski hanya dalam sebuah angan..
Kini aku rindu akan munculnya mentari yang mampu hangatkan jiwaku yang t'lah membeku
Wahai SAHABAT....
dirimu bagaikan mentari
yang selalu menerangi siangku..
Dirimu bagaikan bulan
yang selalu menerangi malamku..
Tak ada kata seindah SAHABAT
yang mampu aku lantunkan di kesunyianku malam ini
Kini... hanya rindu...rindu...dan rindu.. yang menghiasi malamku

Sadar bahwa engkau tak lg bersinar kini

namun..hati ini yakin engkau akan menampakkan sinarmu di esok hari..

Hongkong, 12-03-2010
Meysa Zahro

1 komentar:

  1. sahabat itu mang seperti lilin disaat mati lampu dia selau siap menyinari he he

    BalasHapus