Dalam gelap malam.. ku dengar gemericik air hujandalam keheningan merajut simponi
dalam kesunyian seakan menyanyikan lagu sendu di antara kekosongan hati..
Menyibak kisah yang t'lah usai seolah hri esok takkan ada lagi..
Kembali aku lantunkan kata meski hanya dalam sebuah angan..
Kini aku rindu akan munculnya mentari yang mampu hangatkan jiwaku yang t'lah membeku
Wahai SAHABAT....
dirimu bagaikan mentari yang selalu menerangi siangku..
Dirimu bagaikan bulan yang selalu menerangi malamku..
Tak ada kata seindah SAHABAT yang mampu aku lantunkan di kesunyianku malam ini
Kini... hanya rindu...rindu...dan rindu.. yang menghiasi malamku
Sadar bahwa engkau tak lg bersinar kini
namun..hati ini yakin engkau akan menampakkan sinarmu di esok hari..
Hongkong, 12-03-2010
Meysa Zahro
Meysa Zahro
sahabat itu mang seperti lilin disaat mati lampu dia selau siap menyinari he he
BalasHapus