
Internet, kini sudah menjadi kebutuhan terutama bagi kalanangan pendidikan dan bisnis. Dimulai pada awal 1990-an di Amerika Serikat. Saat ini internet sudah merambah keseluruh dunia. Di indonesia, hampir semua kota besar memiliki ISP (internet Service Provider) didukung puluhan bahkan ratusan warnet di tiap kotanya, dan sekarang internet sudah merambah hampir setiap genggaman manusia tak perduli dimana tempatnya.
Inilah teknologi, yang terus berkembang pesat mau tidak mau kita juga harus mengikutinya. Bahkan secara tidak langsung teknologi informasi juga mengubah kebiasaan hidup. Contoh sederhana adalah sekarang orang lebih suka curhat dengan web jejaring sosial dari pada teman dekatnya atau dengan orang tuanya, begitu mudahnya meluapkan perasaan disana. Padahal secara tidak sadar dia telah memberikan informasi kepada orang lain tentang dirinya, bahayanya tidak hanya satu atau dua orang yang bisa melihatnya bahkan seluruh dunia melihatnya belum tentu orang yang melihat dan membacanya itu adalah orang yang baik. Istilah tepatnya adalah “semakin lama kita online hidup kita semakin terancam tidak aman” .
Dalam buku “Chiberword Ethics” dikenal istilah digitalized kids yaitu memiliki ketertarikan yang luar biasa terhadap metode komunikasi baru. Metode ini melibatkan teknologi internet yang digunakan untuk kmemperlebar jangkauan mereka dalam berkomunikasi, dimana batasan umur, waktu, tempat seakan sudah tidak ada lagi. Pada era seperti sekarang semua orang telah menggemgam alat itu tidak terlepas anak kecil, para remaja, orang tua ,guru, murid, dan semua orang, tentunya sesuai dengan kebutuhan masing-masing anak kecil berawal dari kegemarannya memainkan game online, berkenalan dengan orang baru, guru mencari informasi untuk bahan ajar bahkan guru mendorong para muridnya untuk mencari tugas lewat internet. Inilah salah satu faktor anak-anak mengenal internet.
Tidak salah memang menggunakan internet karena internet memberikan kontribusai yang luar biasa dalam hal komunikasi dan informasi secara cepat dan akurat. Apalagi sekarang sangat mudah dan murah untuk koneksi internet. Namun yang perlu diperhatikan adalah orang tua harus siap mengawasi anak-anaknya di dunia maya yang tak terbatas itu berapa luasnya. Ironisnya orang tua zaman sekrang cendrung ketinggalan zaman dibandingkan dengan anak-anak dalam pengguanaan teknologi. Jadi mereka sulit untuk mengawasi anak-anak yang menggunakan internet.
semua disini berimbang atau lebih tepatnya ada postif dan negatifnya. Di internet memberikan kebebasan yang lebih di banding dunia nyata yang kita miliki sekarang ini. Namun kebebasan bisa menjadi ancaman. Misalnya Bagaimana dengan konten-konten orang dewasa, yang belum tentu di setujui oleh semua orang dewasa, dan sebagian dari merekapun merasa malu bila melihatnya di tempat umum? Pornografi diinternet mudah sekali mendapatkannya. Seandainya konten-konten ini dibuka oleh anak-anak maka hal tersebut akan menjadi ancaman.
Namun yang perlu orang tua lakukan adalah memberikan pemahaman kepada anaknya bahwa dunia internet adalah dunia nyata. Karena kebanyakan pemahaman anak dan remaja internet bukan dunia sebenarnya. Sehingga mereka dengan mudahnya menceritakan hal yang sangat pribadi di internet, berkomentar seenaknya tanpa memikirkan hal itu dapat merugikan dirinya sendiri. Satu lagi mereka menganggap dunia internet adalah dunia permainan, sehingga mereka menganggap tidak ada yang perlu sakit hati karena “i can’t see you, and you can’t see mee”.
Dan studi lanjut menyebutkan bahwa orang yang menghabiskan waktunya dengan internet cendrung terisolasi dan memiliki lebih sedikit teman, waktu bersosialisasi dengan keluarga lebih kurang, stres, mearasa kesepian dan depresi. Sekarang tanyakan kepada diri kita masing-masing apakah kita ketergantungan dengan internet? Jawabannya ada pada diri kita, semuanya tergantung kepada pribadi masing-masing. Tentunya tanpa kontrol yang baik, tetap saja informasi negatif bisa mengalir dengan mudahnya kediri kita.
Inilah teknologi, yang terus berkembang pesat mau tidak mau kita juga harus mengikutinya. Bahkan secara tidak langsung teknologi informasi juga mengubah kebiasaan hidup. Contoh sederhana adalah sekarang orang lebih suka curhat dengan web jejaring sosial dari pada teman dekatnya atau dengan orang tuanya, begitu mudahnya meluapkan perasaan disana. Padahal secara tidak sadar dia telah memberikan informasi kepada orang lain tentang dirinya, bahayanya tidak hanya satu atau dua orang yang bisa melihatnya bahkan seluruh dunia melihatnya belum tentu orang yang melihat dan membacanya itu adalah orang yang baik. Istilah tepatnya adalah “semakin lama kita online hidup kita semakin terancam tidak aman” .
Dalam buku “Chiberword Ethics” dikenal istilah digitalized kids yaitu memiliki ketertarikan yang luar biasa terhadap metode komunikasi baru. Metode ini melibatkan teknologi internet yang digunakan untuk kmemperlebar jangkauan mereka dalam berkomunikasi, dimana batasan umur, waktu, tempat seakan sudah tidak ada lagi. Pada era seperti sekarang semua orang telah menggemgam alat itu tidak terlepas anak kecil, para remaja, orang tua ,guru, murid, dan semua orang, tentunya sesuai dengan kebutuhan masing-masing anak kecil berawal dari kegemarannya memainkan game online, berkenalan dengan orang baru, guru mencari informasi untuk bahan ajar bahkan guru mendorong para muridnya untuk mencari tugas lewat internet. Inilah salah satu faktor anak-anak mengenal internet.
Tidak salah memang menggunakan internet karena internet memberikan kontribusai yang luar biasa dalam hal komunikasi dan informasi secara cepat dan akurat. Apalagi sekarang sangat mudah dan murah untuk koneksi internet. Namun yang perlu diperhatikan adalah orang tua harus siap mengawasi anak-anaknya di dunia maya yang tak terbatas itu berapa luasnya. Ironisnya orang tua zaman sekrang cendrung ketinggalan zaman dibandingkan dengan anak-anak dalam pengguanaan teknologi. Jadi mereka sulit untuk mengawasi anak-anak yang menggunakan internet.
semua disini berimbang atau lebih tepatnya ada postif dan negatifnya. Di internet memberikan kebebasan yang lebih di banding dunia nyata yang kita miliki sekarang ini. Namun kebebasan bisa menjadi ancaman. Misalnya Bagaimana dengan konten-konten orang dewasa, yang belum tentu di setujui oleh semua orang dewasa, dan sebagian dari merekapun merasa malu bila melihatnya di tempat umum? Pornografi diinternet mudah sekali mendapatkannya. Seandainya konten-konten ini dibuka oleh anak-anak maka hal tersebut akan menjadi ancaman.
Namun yang perlu orang tua lakukan adalah memberikan pemahaman kepada anaknya bahwa dunia internet adalah dunia nyata. Karena kebanyakan pemahaman anak dan remaja internet bukan dunia sebenarnya. Sehingga mereka dengan mudahnya menceritakan hal yang sangat pribadi di internet, berkomentar seenaknya tanpa memikirkan hal itu dapat merugikan dirinya sendiri. Satu lagi mereka menganggap dunia internet adalah dunia permainan, sehingga mereka menganggap tidak ada yang perlu sakit hati karena “i can’t see you, and you can’t see mee”.
Dan studi lanjut menyebutkan bahwa orang yang menghabiskan waktunya dengan internet cendrung terisolasi dan memiliki lebih sedikit teman, waktu bersosialisasi dengan keluarga lebih kurang, stres, mearasa kesepian dan depresi. Sekarang tanyakan kepada diri kita masing-masing apakah kita ketergantungan dengan internet? Jawabannya ada pada diri kita, semuanya tergantung kepada pribadi masing-masing. Tentunya tanpa kontrol yang baik, tetap saja informasi negatif bisa mengalir dengan mudahnya kediri kita.
semog para orang tua lebih mengawasi anak- anak mereka dalam mengacses internet...
BalasHapusinternet memang sangat membantu, tetapi kita juga harus waspada dengan dampak negatifnya
BalasHapus